Tags

, , ,

Orientasi seksual atau kecenderungan seksual adalah pola ketertarikan seksual emosional, romantis, dan/atau seksual terhadap laki-laki, perempuan, keduanya, tak satupun, atau jenis kelamin lain.Orientasi seksual biasanya dikelompokkan menurut gender atau jenis kelamin yang dianggap menarik oleh seseorang, yaitu heteroseksual, homoseksual, dan biseksual(terdapat juga Aseksual).

Heteroseksualitas yaitu ketertarikan satu individu terhadap individu lain dengan jenis kelamin berbeda, seperti antara jantan dan betina. Ini adalah orientasi seksual yang banyak terdapat di masyarakat dan dianggap normal dalam masyarakat tertentu dibandingkan dengan orientasi seksual yang lain, karena prasangka terhadap orang lain yang tidak sama.

Biseksualitas adalah orientasi seks yang mempunyai ciri-ciri berupa ketertarikan estetis, cinta romantis dan hasrat seksual kepada pria dan wanita. Biseksualitas umumnya dikontraskan dengan homoseksualitas, heteroseksualitas, dan aseksualitas.

Homoseksualitas adalah rasa ketertarikan romantis dan/atau seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama.Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas, dalam kontinum heteroseksual-homoseksual. Konsensus ilmu-ilmu perilaku dan sosial dan juga profesi kesehatan dan kesehatan kejiwaan menyatakan bahwa homoseksualitas adalah aspek normal dalam orientasi seksual manusia.

Homoseksualitas bukanlah penyakit kejiwaan dan bukan penyebab efek psikologis negatif; prasangka terhadap kaum biseksual dan homoseksual-lah yang menyebabkan efek semacam itu.Istilah umum dalam homoseksualitas yang sering digunakan adalah lesbian untuk perempuan pecinta sesama jenis dan gay untuk pria pecinta sesama jenis, meskipun gay dapat merujuk pada laki-laki atau perempuan.(Dikutip dari Wikipedia Indonesia)

Karena saya ini adalah seorang gay, maka saya akan membahas gay lebih dalam dibanding dengan lesbian, karena gay dan lesbian mempunyai perbedaan dalam pola pikir & lain-lain, dimana saya tidak mengerti akan pandangan mereka secara individu.

Gay itu terbagi menjadi Top, Bot, dan Versatile(Menurut sifat, sikap, dan alur).Top umumnya adalah para pria gay yang lebih maskulin dan memiliki sifat dan sikap yang sama dengan pria heteroseksual pada umumnya.Bot umumnya adalah para pria gay yang lebih feminin, memiliki sifat dan sikap yang sama dengan perempuan pada umumnya, beberapa Bot bisa terlihat jelas karena mereka lebih berani mengekspresikan diri lewat sikap mereka yang kemayu, tetapi beberapa Bot menjaga sikap mereka dan tetap bersikap layaknya seorang pria heteroseksual agar tidak diketahui oleh orang-orang sekitarnya.Versatile adalah gabungan kompleks dari sikap dan sifat pria Top dan Bot.

Hubungan seksual para pria gay biasanya melakukan hubungan sesama jenis melalui seks oral atau seks anal.Sedangkan hubungan asmara pria gay sama saja dengan hubungan asmara pria heteroseksual, tetapi tentu saja perjuangan untuk hubungan pria gay lebih sulit karena beberapa pria gay justru menyukai para straight(istilah pria heteroseksual dalam dunia gay).Dan apabila pria straight mengetahui bahwa ada gay yang sedang mendekatinya, maka dia bisa saja menjadi homofobia(Sikap dan sifat penolakan terhadap kaum homoseksual).

Hubungan asmara murni dan tulus pria gay di Indonesia masih sangat jarang ditemukan, karena banyak pria gay yang putus asa, tidak tahu harus melakukan apa, ataupun menganggap bahwa dia nantinya harus menikah dengan perempuan agar mempunyai keturunan.Tetapi jangan beranggapan bahwa di dunia gay, tidak pernah ditemukan hubungan asmara yang tulus dan murni, karena beberapa dari pria gay(termasuk saya) pernah tersakiti oleh kandasnya hubungan asmara.