Tags

, ,

Sebelum anda mulai investasi saham, anda harus lebih dulu menjawab tiga pertanyaan berikut:

Apakah anda sudah punya rumah?
Apakah anda memerlukan uang tersebut untuk hal lain?
Apakah anda punya kemampuan untuk sukses berinvestasi saham?

1.Apakah anda sudah punya rumah?

Sebelum anda berinvestasi saham, lebih baik anda membeli rumah dulu. Anda perlu rumah untuk tempat tinggal dan kemungkinan besar rumah tersebut akan naik harganya. Seperti kata peribahasa: sambil menyelam minum air.

Kalaupun harga rumah tidak naik (yang mana kemungkinannya sangat kecil karena bahan bangunan selalu naik karena inflasi), setidak-tidaknya rumah tersebut telah berfungsi sebagai tempat anda berteduh, bersantai, beristirahat, bertengkar, bercumbu, membina keluarga.

Beda dengan saham. Saham tidak bisa anda pakai untuk berteduh, bersantai, beristirahat, apalagi bertengkar dan bercumbu. Satu-satunya alasan kita membeli saham adalah untuk mendapat untung. Masalahnya, saham bisa naik, tapi juga bisa turun. Dan kalau turun, ia bisa turun sampai 0. Ya benar, nol alias tidak ada harga sama sekali! Jadi bisa saja anda menghabiskan banyak uang di pasar saham dan yang anda dapat hanyalah stress.

2.Apakah anda memerlukan uang tersebut untuk hal lain?

Jangan main saham, kalau anda memerlukan uang tersebut untuk hal lain.

Misalkan anda punya tabungan sebesar Rp 50 juta untuk biaya kuliah Tamara, putri anda. Kuliahnya kan masih tiga tahun lagi, anda berpikir. Bagaimana kalau saya investasikan dulu uang ini di saham. Deposito di bank cuma dapat 5% sih. Siapa tahu dengan main saham uang Rp 50 juta ini bisa jadi Rp 100 juta.

Jangan, jangan. JANGAN!

Lebih besar kemungkinan Rp 50 juta ini habis dan si Tamara tidak jadi kuliah. Bisa-bisa anda harus merelakan Tamara menikah dengan kakek kaya untuk membayar hutang anda.

Anda sebaiknya main saham hanya kalau anda punya uang lebih. Only invest what you could afford to lose without that loss having any effect on your daily life in the foreseeable future, demikian kata Peter Lynch. Hanya investasikan uang sesuai kesanggupan anda di mana kalau anda merugi, kerugian itu tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari anda di kemudian hari.