Tags

, , ,

Bisnis yang terjadi di bursa saham adalah jenis bisnis yang terbangun atas dasar kerpercayaan. Tak bisa dibayangkan bila industri yang sekian tahun lamanya dibesarkan dan dikembangkan, melewati segala suka dan duka, menyita banyak waktu dan energi, tiba-tiba tercoreng nama baiknya hanya karena ulah beberapa oknum pialang.

Ulah beberapa oknum pialang saja mampu membuat banyak investor hengkang dari lantai bursa. Insiden-insiden yang dilakukan oleh satu dua orang oknum broker tidak saja berefek buruk kepada investornya secara langsung tetapi juga bisa menghambat perkembangan industri bursa saham secara umum. Bayangkan saja, berapa banyak anggota masyarakat yang potensial menjadi investor, yang akhirnya langsung menarik diri dan menjaga jarak dari dunia bursa saham oleh karena asumsi awal yang buruk tentang dunia investasi saham yang terbentuk oleh ulah beberapa pialang yang tidak atau menyalahgunakan tanggung jawabanya.

Untuk itu disamping perlu adanya payung hukum yang bisa menjamin keamanan para investor, perlu juga ada landasan kode etik sebagai tatanan moral bagi para pelaku bursa. Makna kode etik adalah norma atau asas yang diterima sebagai pola sikap dan berperilaku, dan sebagai sarana pembinaan dan pengawasan guna meningkatkan mutu dan profesionalisme pialang dalam menjalankan tugasnya. Muara dari penerapan kode etik tersebut adalah meningkatkan kepastian, pelayanan dan kepuasan investor dalam industri pasar modal.

Ada beberapa poin kode etik yang menjadi rambu bagi para pialang yang wajib diketahui oleh investor:

– Pialang wajib memahami segala hak dan kewajibannya dalam berkegiatan di pasar modal, serta memahami segala sanksi yang melekat pada kegiatan tersebut.

– Pialang dilarang bekerja rangkap di perusahaan sekuritas (efek) lainnya

– Pialang wajib melaksanakan amanat (perintah) investor, mengkonfirmasi amanat tersebut kepada investor, dan memelihara catatan catatan sehubungan dengan pelaksanaan amanat yang dilakukan

– Pialang dilarang menggunakan saham (efek) milik investor untuk kepentingan lain tanpa seijin investor sendiri, seperti melakukan transaksi demi meningkatkan komisi pialang, melakukan kegiatan short selling, atau memindahbukukan efek ke rekening selain milik investor.

– Pialang dilarang meminta atau memungut biaya di luar ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan sekuritas.

– Pialang wajib menolak amanat investor yang tidak etis atau dapat merusak citra pasar modal, seperti melakukan transaksi semu dengan memanipulasi pergerakan harga pasar (cornering).

– Pialang atau perusahaan sekuritas yang melanggar poin diatas, akan menerima ganjaran seperti :
Teguran secara tertulis
Teguran keras tertulis
Pemberhentian sementara selama tiga sampai dengan enam bulan
Pemberhentian (suspend)
Pencabutan ijin pialang atau ijin perusahaan sekuritas
Penjara

Banyak contoh kasus yang terjadi dan penerapan sanksi-sanksi seperti yang disebutkan. Namun yang namanya manusia selalu saja bisa mengelabui sesama manusia. Kecerdasan yang dianugerahi Tuhan membuat manusia mampu menemukan celah untuk kemudian merekayasa aturan sesuai keinginannya. Intinya, Anda harus senantiasa waspada!